Jumat, 26 Agustus 2016

Selamatkan Anak Dari Ancaman Penyakit TB dan HIV

Surabaya - Pimpinan Aisyiyah Kota Surabaya mengadakan Seminar kesehatan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI  " selamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit TB dan HIV

Acara yang diselenggarakan oleh PDA Surabaya majelis kesehatan  dihadiri oleh Dr. Shofi  dan Dr. Mukarromah sebagai narasumber utusan PWA Jawa Timur , PDM  dan perwakilan majelis majelis PDA dan BP Aisyiyah Surabaya bertempat di gedung dakwah PDM Kota Surabaya Jl.Sutorejo 69 Surabaya

" Pusat penyakit manusia adalah perut , karena itu perut harus dijaga , diatur , dijaga dan disucikan maka jagalah pola makan dengan makan yang baik dan halal serta pola hidup yang sehat " disampaikan oleh Suhadi , PDM Kota Surabaya

Alifah Hikmawati,S.Th.I selaku PDA Kota Surabaya  menyampaikan " generasi hari ini adalah potret generasi akan datang , apabila gambaran pemuda hari ini tidak membanggakan maka sudah jelas apa yang akan terjadi pada generasi sesudah kita , peranan Aisyiyah sangat penting dalam mencetak generasi emas akan datang yang terbebas dari TB dan HIV "


" TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis yang dapat menyerang seluruh tubuh , namun juga paling banyak menyerang paru yang disebut sebagai TB paru " disampaikan oleh Dr. Shofi

Lebih lanjut beliau menyampaikan pentingnya mengetahui gejala , cara penularan dan pengobatannya sedini mungkin bisa dideteksi dan disoasialisasikan ke masyarakat luas.

Perlunya sosialisasi dan pembekalan pengetahuan  penyakit menular HIV AIDS di masyarakat sebagai kader TB Aisyiyah  disampaikan oleh Dr. Mukarromah pagi ini  mampu menarik perhatian peserta seminar yang diikuti oleh 200 peserta

Sebelum seminar dimulai  Ibu Masriah selaku ketua majelis kesehatan PDA Surabaya dan tim mengadakan pemeriksaan kolesterol,  gula darah dan asam urat secara gratis bagi peserta seminar hari ini ( Bunda Tri )






Senin, 22 Agustus 2016

PCA Simokerto : Posyandu Lansia Khotijah








Surabaya - pagi ini launching perdana Posyandu Lansia hotija yang digagalkan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah Simokerto (22/8/2016)

Bunda u posyd lansia aisyiyah simokerto sdh diksh nama yaitu Posyd lansia "Khodijah"

Ida wati selaku ketua majelis kesehatan cabang semampir menyampaikan " alhamdulillah walaupun kegiatan posyandu lansia ini baru yang dihadiri 20 orang namun sangat berkesan "

Selanjutnya beliau menyampaikan kegiatan  posyandu lansia ini akan di lakukan setiap bulan secara rutin dan menjadi agenda kegiatan rutin majelis kesehatan cabang Semampir "

Posyandu diawali dengan ,senam lansia ,pemeriksaan GD Asam urat colesterol bertempat  di TK Aisyiyah 17 simokerto

"Kami sangat berharap kegiatan ini berdampak positif bagi warga sekitar utamanya warga muhammadiyah " kata bu ida wati sebelum mengakhiri  wawancara dengan kami ( Bunda Tri )

Sabtu, 13 Agustus 2016

pendidikan dalam keluarga untuk penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Surabaya - Pagi ini berlangsung Dialog  wanita lintas Agama di acara Forum kerukunan umat beragama kota Surabaya ,mengangkat tema  peran keluarga dalam penguatan beragama untuk ketahanan nasional ( 13/7/2016/

Kegiatan FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama )  Surabaya terdiri dari beberapa perwakilan Agama mulai dari Islam , Hindu , Budha , Kong hucu , Kristen Katolik dan Kristen Protestan ,Hadir pada acara ini KH. Alimi  ( Ketua FKUB ) ,KH. Imanan ( waket ) dari MUI , Andik Hariadi ( Sekjen ) , dari Hindu I Wayan Surasa ( Ketua PHBI “ Pura jagad karangan ) dari Kristen , Pendeta Slamet  , Buyung setino ( Bun Bio )  dan perwakilan dari masing – masing agama yang ada di surabaya , acara FKUB  ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan secara berkala dan tempatnya bergiliran dan hari ini , bertempat di Museum NU Jl. Gayungsari Timur 35 Surabaya.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mejemuk dalam hal suku , adat istiadat , bahasa budaya , bahkan agama ,dalam kondisi yang serba majemuk dan sifat misionaris dari sebagaian agama , peluang terjadinya benturan dan konflik sangat terbuka lebar , karena itu sikap toleran dari setiap pemeluk agama dibutuhkan untuk menciptakan kondisi rukun , karena ketidak rukunan dan konflik hanya merugikan masyarakat penganut agama itu sendiri dan dari sekian banyak konflik yang terjadi di masyarakat ,disinyalir sangat kental nuansa keagamaannya .

Gus Udin dalam sambutanya menyampaikan “ Peran ibu ibu dalam kerukunan antar umat beragama di era saat ini sangat dibutuhkan , tentunya di dahului dari keluarga , tetangga dan lingkungan dan hal ini tentunya tidak bisa dipungkiri peran Ibu – ibu sangat penting .

Harapan dari acara ini adalah rencana tindak lanjut dari dialog ini , ada informasi yang tidak terputus perihal kerukunan antar ummat beragama , agar tidak ada lagi radikalisme yang mengatasnamakan agama .

Ibu adalah tulang punggung kesuksesan rumah tangga yang didalamnya ada suami , anak dan anggota keluarga yang lainnya ,  mengutib sebuah kata mutiara “ Suami yang sukses karena dibelakangnya ada wanita yang luar biasa , Wanita yang sukses maka suami yang stress begitu pula bila ada anak yang sukses maka ada ibu yang hebat di belakangnya.

Hubungan kasih sayang Ibu dan anak sudah sangat dekat sejak anak ada dalam kandungan karena itu pentingnya memupuk kesadaran  karena itu sangat
Agama apapun menanamkan kehidupan beragama dalam keluarga sebagai pondasi penguatan iman dan norma kepada anggota masyarakat , dan agama adalah satu satunya alat untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat , Doktrin  pendidikan keluarga sudah harus dimulai saat mencari jodoh kemudian dilanjutkan dengan menikah dan memiliki anak yang akan menjadi penerus bangsa , agama , Negara dan agama Islam mengajarkan bagaimana suami istri berhubungan intim harus dimulai dengan doa dan diakhiri dengan doa agar kita memiliki anak tanpa campur tangan setan , hal ini merupakan pendidikan awal bagi keluarga disampaikan oleh Siti Alifah Hikmawati S.Th.I utusan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya mewakili Agama Islam menyampaikan tema pendidikan dalam keluarga untuk penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wanita berperan sangat strategis dalam keluarga sebagai pengayom dan pembimbing sehingga membekali diri , membina diri , memperluas wawasan pengetahuan , memiliki ketrampilan adalah sebuah keniscayaan dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan peran dalam menciptakan kerukunan umat beragama disampaikan oleh  Ending titis Bodro Triwarsi ( Konghucu)  dari Blitar dalam paparannya  peningkatan peran wanita dalam keluarga menciptakan kerukunan umat beragama

Sudah saatnya bukan perbedaan lagi yang kita cari atau yang kita bicarakan , tapi persamaanlah yang seharusnya kita cari karena dari persamaanlah hidup ini akan saling menghargai , menghormati dan selaras . lewat persamaan kita bisa jalin persaudaraan dengan begitu akan tercipta kerukunan dengan sendirinya . (  By : Bunda Tri )


Minggu, 31 Juli 2016

Dengan Rias@a ...Cantik Wajah ku , Cantik pula Akhlaq ku

Pimpinan Daerah aisyiyah kota Surabaya majelis ekonomi mengadakan acara gerakan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui usaha jasa tata rias "RIASA" yang  dilaksanakan tgl 29 - 31 juli 2016 jam 08.00 - 16.00 , bertempat di gedung PDM Surabaya Jl. sutorejo73-75 Surabaya.

Kegiatan RIASA angkatan 1 ini  diikuti sebanyak 25 peserta perwakilan dari 6 cabang  se kota Surabaya , dari PCA pabean cantikan , wiyung , tandes , mulyorejo , Sukolilo , Bulak , dan Gubeng merupakan kerjasama majelis ekonomi dan ketenagakerjaan Pimpinan Pusat Aisyiyah dengan wadah kosmetik .

Ibu Joane  selaku ketua majelis ekonomi menyampaikan acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga Aisyiyah Surabaya serta menjadi duta dimasing- masing cabang tentunya setelah mendapatkan ilmu selama 3 hari ini ".

Selanjutnya beliau berharap peserta yang mengikuti kegiatan RIASA angkatan 1 ini bisa menjadi kepanjangan tangan PDA Majelis ekonomi Surabaya  ke PCA PCA Se Surabaya.

Di hari pertama materi yang disampaikan bagaimana mengenali wajah sendiri mulai dari kontur wajah , dan naturalisasi make up , peserta dilatih cantik dengan merias wajah sendiri dengan tampilan  sehari hari yang bisa memunculkan inerbeauty diri sendiri .

Di hari kedua peserta dilatih dengan merias diri lebih glamor, hal ini bisa digunakan  untuk keperluan diri sendiri saat pergi ke pesta atau saat ada tetangga yang membutuhkan bantuan ketika akan pergi kepesta , wisuda atau karnaval .
Selanjutnya di hari ketiga, hari terakhir  peserta dilatih membuat tampilan tutorial hijab yang simpel dengan kerudung paris dan cimol, sebelum menutup presentasinya  mbak yordan dari wardah memberikan tips  agar nyaman berhijab  pilihlah dalaman dari bahan spandek atau korea.

Tanggapan yang diberikan oleh wardah kepada Pimpinan Daerah aisyiyah Majelis ekonomi kota Surabaya sangat bagus dan memuaskan dikarenakan peserta yang mengikuti kegiatan ini memenuhi kriteria usia yang diminta oleh Pimpinan Pusat aisyiyah.

Hal yang mendasari pentingnya kegiatan ini saat PWA majelis Ekonomi ikut berpartisipasi memberikan pembekalan materi kewirausahaan dan management keuangan serta usaha membentuk jaringan , hal ini sebagai rangkaian upaya meningkatkan skill peserta dalam memanagement suatu kebisaan menjadi sebuah profesi menuju keluarga yang lebih sejahtera.

Rencana tindak lanjut yang dilakukan oleh PDA Majelis Ekonomi Surabaya adalah dengan memantau langsung aktifitas dan perkembangan alumni RIASA angkatan 1 ini hingga dua tahun kedepan dengan evaluasi per tri wulan. ( By : Bunda Tri )

Selasa, 26 April 2016

Kader TB - PDA Surabaya : "PENYAKIT TB"

"PENYAKIT TB"




"PENYAKIT TB"
Penyakit TB atau TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia.
Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.
Penyebab Penyakit TBC
Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).
CARA PENULARAN PENYAKIT TBC
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.
Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.
Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.
Gejala Penyakit TBC
Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.
Gejala sistemik/umum
* Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
* Penurunan nafsu makan dan berat badan.
* Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
* Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
GEJALA KHUSUS
- Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
- Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
- Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan � 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah:
Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
Pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
Rontgen dada (thorax photo).
Uji tuberkulin.

Minggu, 18 Mei 2014

MILAD AISYIYAH & WORLD TB CARE 2014


 


Ahad,18 mei 2014
Dalam rangka Milad Aisyiyah ke 100 dan peringatan World TB Day 2014, Aisyiyah Jawa Timur mengadakan acara pawai ta’aruf start dari kantor Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur Jl. Kerto menanggal hingga finish di Surya Mart . acara berjalan lancar sesuai rencana yang diikuti dari perwakilan daerah Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan sekitarnya .
Tidak hanya pawai ta’aruf biasa melainkan ada penilaian bagi peserta yang berpenampilan terbaik dan yel – yel terbaik berhak membawa hadiah yang telah disediakan oleh panitia.
Acara semakin meriah ketika Drumband Hizbul wathon Gresik dan Drumband IGB gresik menampilkan devile dengan membawakan beberapa lagu yang mampu menambah semangat peserta yang semula lelah sehabis pawai kini segar kembali.
Ditambah lagi setiap peserta pawai mendapat tas yang berisi kue ,minum dan beberapa pamflet dan majalah yang bertema tubercoluses
Semoga komitmen masyarakat di akar rumput untuk menanggulangi TB ditahun-tahun kedepan terus terjaga perlu dilakukan upaya untuk menjaga semangat dan keaktifan masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. Salah satu langkah upaya yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan penghargaan kepada kader juga tenaga kesehatan dan rumah sakit non pemerintah yang berprestasi selama program ini di jalankan. Pemberian penghargaan ini juga dimaksudkan untuk membuktikan pada masyarakat lebih luas, bahwa masyarakat bisa memberikan kontribusi bagi penanggulangan masalah masyarakat termasuk TB

 
 



 
 
 

Rabu, 07 Mei 2014

PARTISIPASI QT DI LOMBA KELURAHAN BERHASIL






Hari ini tim juri dari pemerintahan kota surabaya datang meninjau langsung ke Sukolilo yang secara administratif sukolilo telah meraih peringkat kedua sesurabaya dan secara keseluruhan masuk peringkat 6 besar se kota surabaya.pada kesempatan ini Qoryah Thoyyibah yang memiliki amal usaha berupa : Posyandu lansia, posyandu remaja , Bank sampah dan Taman Bacaan Bahrul Ilmi  serta Drumb Band Hizbul Wathon iikut berpartisipasi dan ikut andil dalam menambah kriteria penilaian .

Rombongan juri yang dikomandani oleh Halim Mustofa Kamal .SH.MH selaku Kabag Pemerintahan kota Surabaya disambut serta di pawai dari SD Muhammadiyah 9 hingga kantor kelurahan sukolilo dengan iringan Drumb Band Hizbul Wathon , sesampai dikelurahan rombongan disambut oleh musik hadrah " as - siba "dan dilanjutkan dengan tari remo sebagai tari penyambutan selamat datang para tamu yang dibawakan oleh siswa SDN Sukolilo No.250 sesudah itu dilanjutkan dengan sambutan - sambutan.

Sambutan yang pertama disampaikan Bapak Suprayitno selaku Ka Kec. Bulak beliau menyampaikan supaya juri obyektif dalam menilai " jangan samakan kelurahan sukolilo dengan kelurahan yang lain di kota surabaya mengingat sukolilo adalah desa yang unik denga luas daerah 80 hektar yang merupakan pemukiman penduduk hanya 20 % itupun dengan jumlah penduduk hanya 5000 jiwa sedangkan 60 % adalah tempat pariwisata Ken Park ( pantai ria baru ) dan hampir 92 % penduduknya ber penghasilan nelayan sehingga bisa dibayangkan kehidupan masyarakat sukolilo sangat berbeda dengan kehidupan di kelurahan lainnya, kami meminta semoga kami bisa juara 4.
sambutan Kabag pemerintahan kota surabaya menyayangkan bahwa SDA yang ada belum dikelola secara maksimal contoh misal kepiting, udang dkk yang di sukolilo hanya dihargai murah ternyata sampai di restoran bisa jadi 100 % karena itu PR kedepan segera ciptakan suatu restoran Sea Food yang bisa menjadi wisata kuliner bagi turis asing maupun lokal

Acara dilanjutkan dengan paparan oleh bapak lurah, bapak ketua LKMK dan Ketua tim penggerak PKK dengan dilanjutkan sesi tanya jawab dari juri ke pemapar
akhirnya acara terakhir adalh yel - yel dari ibu - ibu PKK kelurahan Sukolilo sebagai penyemangat juri menuju ke lokasi penilaian dengan diantar kereta kelinci , mengingat dari RW satu ke RW lainnya agak jauh.
Hasilnya kita tunggu saja pengumumannya semoga sukolilo jaya dan menang!
Aamiin......