Jumat, 21 Oktober 2016

Membangun Budaya Literasi Menuju 'Aisyiyah Berkemajuan

Membangun budaya literasi  menuju 'Aisyiyah Berkemajuan 
Surabaya  - Gagasan  budaya literasi sebagai modal awal bangsa yang Berkemajuan menjadi sebuah pekerjaan rumah pertama yang harus dikerjakan lembaga kebudayaan pimpinan daerah Aisyiyah Surabaya sebagai lembaga baru di BPP  Aisyiyah Kota Surabaya .

Sebagai Badan Pembantu Pimpinan Aisyiyah Kota Surabaya Lembaga Kebudayaan berupaya membangun budaya literasi menuju Aisyiyah Berkemajuan yang dikemas Workshop literasi bertempat di gedung milenium SD muhammadiyah 4 , Pulang Surabaya (22/10/2016)

Satria Dharma sebagai tokoh literasi nasional menyampaikan " Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia ,Peran membaca adalah jantung pendidikan
Tanpa membaca pendidikan akan mati dan Perpustakaan adalah jantung sekolah " .

Percepatan membudayakan membaca dan menulis menuju Surabaya akselerasi  adalah jejak langkah aksi menjadi langkah awal dari sebuah perubahan untuk generasi bangsa lebih baik , sudah saatnya berbuat lebih untuk harapan baik .

Sinergi yang baik bak gayung bersambut antara program literatur yang digagas lembaga kebudayaan  PDA Kota Surabaya  dengan program Surabaya akseliterasi pemerintah kota Surabaya.

" Saat ini sedang berlangsung penjurian  kampung literasi  di beberapa kelurahan se Surabaya , sebagai langkah inovatif  dan kreatif  dalam hal membudayakan literasi hingga ke tingkat RT  " hal ini disampaikan oleh Aisyah Nuraini dari badan arsip dan perpustakaan kota Surabaya

Edi Susanto Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya selaku tuan rumah menyampaikan Sekarang ini saatnya  kita bicara Bagaimana bisa mewujudkan generasi bangsa Indonesia abad 21 yang menguasai 4C yaitu Communication ( Komunikasi "penguasaan ilmu" ) Kolaborasi , Berpikir kritis  dan Kreatif " ujarnya

Sebanyak 150 peserta berasal dari Perwakilan lembaga kebudayaan cabang - cabang se Surabaya yang hadir pagi hingga sore ini sangat antusias dan termotivasi untuk menjadikan cabang masih masing sebagai perpanjangan tangan Aisyiyah yang membangun budaya literasi menuju Aisyiyah yang berkemajuan  ( Bunda  Tri  )

Kamis, 20 Oktober 2016

Komunitas Kaum Waria Surabaya Berkunjung ke PWA Jatim

Komunitas Kaum Waria Surabaya Berkunjung ke PWA Jatim


Ada yg tampak menarik bahkan rada 'aneh' menurut sebagian orang, di sekretariat PW Aisyiyah Jatim kemarin, rabu 19  Agustus 2016..

Pasalnya, karena hari itu, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PWA Jatim bersama Pusat Koperasi BUEKA As Sakinah Jatim kedatangan tamu yg memang sudah agak lama mengantri untuk bersilaturahmi.

Ya, 'rada aneh', karena sebelumnya kami memang belum pernah mendapat kunjungan dari  pengurus Yayasan Ekspresi Warna Surabaya, sebuah yayasan yg membina komunitas kaum waria di Surabaya,  atau reinkarnasi dr Perwakos (Persatuan Waria Sby).

Tentu, silaturahmi mereka bukan tanpa maksud, karena kedatangan mereka memang ingin 'meguru' imu tentang koperasi ke Puskop BUEKA As Sakinah. Malah, tak cuma 'berguru', mereka juga bermaksud bernaung dibawah payung  koperasi milik ormas perempuan berkemajuan di Jatim ini.

 "Terus terang, Kami ingin menghindari para 'Nelinda' unt memenuhi semua kebutuhan kami", tukas salah satu pengurus pd kami. Oh ya 'Nelinda' yg dimaksud bukan nama seseorang, tapi akronim dr Nenek2 Lintah Darat dlm istilah komunitas mereka, atau orang Jawa lebih mengenalnya dengan istilah 'Bank Tetel', sebuah 'lembaga' non formal transaksi keuangan yg acap merugikan fihak peminjam.

Dan, silaturahmi pun belum menghasilkan sebuah keputusan, karena banyak hal perlu dipertimbangkan, terutama yang berkaitan dengan tupoksi kami yakni, :maaf' soal status dan jenis kelamin mereka secara definitif. Karena keanggotaan sebuah koperasi memang harus jelas klasifikasi kelaminnya,

Misalnya, Koperasi dengan keanggotaannya perempuan atau laki-laki, nah mereka masuk yang mana?.Atau perlu ada 'ijtihad' status dengan mengklarifikasikan mereka sebagai anggota 'istimewa'. Tentu, semua perlu untuk didiskusikan.

Lalu, untuk yang berkaitan dengan eksistensi komunitas mereka, biarlah kami menunggu 'fatwa' dr Majelis Tabligh PWA Jatim, yang jelas kami ingin berkontribusi untuk membimbing mereka ke kehidupan yang lebih baik, apalagi jika ada niat baik untuk kembali menemukan jati dirinya sebagai kaum laki-laki sejati. Agar mereka tak lagi termaginalkan, dan bisa hidup 'layak' berdampingan bersama anggota masyarakat yg lain. Semoga.( Sumiati/ Bunda Tri )
Komunitas kaum waria Surabaya atau reinkarnasi dr Perwakos (Persatuan Waria Sby).



Sabtu, 08 Oktober 2016

Roda organisasi Aisyiyah akan selalu berjalan lurus dan sesuai rel organisasi

Roda organisasi Aisyiyah akan selalu berjalan lurus dan sesuai rel organisasi 
Surabaya - Ratusan anggota Aisyiyah se surabaya menghadiri Rapat kerja I pimpinan daerah aisyiyah kota Surabaya dengan mengambil tema gerakan perempuan muslim untuk mencerahkan bangsa (9/10/16)


Alifah Hikmawati , selaku PDA Setelah adanya rapat kerja I PDA Surabaya  nantinya akan berlanjut di tingkat cabang dan ranting sesuai aturan AD /ART  organisasi

Musyawarah sangat diperlukan untuk merumuskan program jangka panjang ataupun jangka pendek selebihnya tawakal kepada Allah SWT , maka sangat diperlukan penyusunan sesuai kemampuan cabang masing , gara program terlaksana dan bermanfaat buat eksternal maupun internal Aisyiyah yang tidak kalah penting adalah target yang akan diraih .


Umat ijabah adalah umatvyang selalu mengajak kebaikan , Aisyiyah sebagai umat ijabah sudah seharusnya membenahi diri sendiri untuk menjadi lebih baik ( QS: ali imron :104) yang berimbas pada anggota sebab yang hadir pagi ini adalah para pimpinan mulai tingkat wilayah , daerah dan cabang .


Roda organisasi Aisyiyah akan selalu berjalan lurus dan sesuai rel organisasi bila kita memulai dengan keikhlasan , kebersamaan menuju satu tujuan.


Wanita itu tiangnya negara , jika perempuan dalam suatu negara maka negara itu akan menjadi negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur hal ini sesuai tema kali ini " gerakan perempuan muslim untuk mencerahkan bangsa " sesuai mars Aisyiyah yang selalu dikumandangkan di setiap even Aisyiyah  ( Bunda Tri )

Kamis, 06 Oktober 2016

KMP TB bersemangat dalam mewujudkan Surabaya zero TB


Surabaya - Komunitas masyarakat peduli TB sore ini membahas rencana kegiatan bersama pengurus dari segala unsur yang terlibat di kepengurusan diantaranya PDA kota Surabaya , Dinkes Surabaya , LSM dan Kader TB di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya ( 6/10/2016)
Hj. Alifah Hikmawati selaku pimpinan daerah Aisyiyah kota Surabaya Hadir memberikan motivasi kepada pengurus KMP TB yang baru terbentuk minggu lalu “ Komunitas masyarakat peduli TB sudah tersusun kepengurusan baru dengan ketua terpilih Andi Hariadi dan sudah dilantik , semoga bisa berpacu dan bersemangat dalam mewujudkan Surabaya zero TB”

Rencana kegiatan KMP TB / TB MDR kegiatan pertama berupa penyuluhan ke masyarakat , komunitas , lembaga dan lain lain yang dilaksanakan setiap bulan diawali mulai bulan oktober hingga desember 2016 dengan sepuluh orang penyuluh dari KMP TB / MDR , sasaran mulai dari siswa , guru , pegawai dan orang tua .

Sedangkan peringatan hari besar nasional dengan bentuk kegiatan berupa pemberian bantuan  pasien TB / TB MDR di event Milad Muhammadiyah di bulan November 2016 berupa baksos dan pemberian sembako  , dilanjutkan dengan kegiatan pemberian genteng kaca bagi pasien TB / TB MDR ,bedah rumah dan pemberian nutrisi kepada pasien TB /TB MDR  
Peringatan hari TB sedunia ( 24 Maret )  direncanakan akan digelar Even Jalan sehat , semua kegiatan komunitas dilakukan kerjasama dengan Walikota , DKK , Dinsos , Lazizmu dan lainnya yang tidak mengikat .

Guna memaksimalkan publikasi KMP TB melakukan kegiatan sosialisasi ke media cetak dan media elektronik dalam bentuk tayangan informasi di website tbcareaisyiyah.org, web Aisyiyah , Muhammadiyah , umum ,terbit di majalah lazizmu serta melakukan dialog interaktif ke radio dan televise

Dalam rangka peringatan TB Care , KMP TB melaksanakan lomba kampung bebas TB ,diawali dengan penyusunan perangkat di bulan desember , dilanjutkan dengan sosialisasi ke kader di bulan Februari  dan penilaian dilakukan pada bulan maret bertepatan dengan TB Day 2017

Kader TB wajib melakukan kunjungan ke pasien TB / TB MDR / TB HIV secara berkala di wilayah  masing masing , hal yang paling penting dalam organisasi adalah pendanaan dalam hal ini KMP TB bersinergi dengan pemerintah kota Surabaya , saudagar ,  CSR di Surabaya , sedangkan untuk memaksimalkan pendanaan lewat siswa KMP TB akan membuat stiker stop TB , kemudian siswa diminta mengganti tentunya dengan kerjasama Muhammadiyah majelis dikdasmen dan juga bekerjasama dengan IPSM ( Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat ) CSO , perusahaan peduli TB dan  Media .( Bunda Tri )


Rapat Koordinasi TB

Surabaya – Pagi ini bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lt2 Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya dilakukan kegiatan coordination meeting with district  yang dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya anggota DPRD tim SSR pimpinan daerah Aisyiyah pimpinan daerah Muhammadiyah tim advokasi dan MKP TB -TB MDR

Acara ini digelar  dalam rangka pelaksanaan kegiatan TB- HIV care ‘Aisyiyah Kota Surabaya Jawa Timur dengan penyampaian keaktifan kader TB care Aisyiyah OSS , penyampaian data temuan kasus , terverifikasi dengan akurat di triwulan tiga.

Pelaksanaan FGD dengan tema pentingnya peraturan dan penanggulangan TB di Surabaya aka nada rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan dengan menggandeng legislatif maupun eksekutif untuk membuat peraturan guna penanggulangan TB di Surabaya

Unsur pimpinan bertindak selaku fasilitator pada pertemuan kali ini Siti Maslamah didampingi Hj nurlailah dari kepala SSR Surabaya menyampaikan “ setelah dilakukan pembahasan dan diskusi terhadap materi atau topik , Tujuannya untuk memastikan hubungan kerja SSR Dinas Kesehatan berjalan baik benar dan lancar dalam memberikan dukungan bagi penanggulangan tuberkulosis berbasis komunitas

Kader TB Sebagai mitra kerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan TB maka setiap SSR yang bekerja dalam program community titik RR harus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat koordinasi ini untuk meningkatkan kerjasama yang efektif antara SSR dan Dinkes kota dalam memastikan keakuratan data temuan kasus .

Ketersediaan obat merupakan tanggung jawab Kementerian Kesehatan dalam pengadaan serta layanan terhadap suspek dan pasien yang dirujuk komunitas ke UPK Selain itu kebijakan lokal dan isu-isu terkait permasalahan TB di Surabaya yang perlu dibahas bersama sehingga memperkecil persoalan dalam upaya penanggulangan TB ( Bunda Tri )



Minggu, 02 Oktober 2016

Ria Enes Dan Boneka Susan di Tabligh Akbar Aisyiyah

Ria Enes Dan Boneka Susan di Tabligh Akbar Aisyiyah 

Surabaya – 15000  Aisyiyah dan warga Muhammadiyah memadati Masjid Al Akbar Surabaya dalam acara tabligh akbar 1 Muharram 1436 H yang diadakan oleh pimpinan wilayah Aisyiyah  ( PWA ) Jawa Timur .
Ditengah acara sekitar pukul 13.00 wib usai Ishoma tiba-tiba Ria dan boneka Susan hadir di tengah-tengah jamaah sontak para jamaah jadi ramai mendekati boneka Susan, kelucuan boneka Susan dengan suara nya yang polos khas anak-anak menjadi daya Tarik tersendiri bagi jamaah Aisyiyah dan Muhammadiyah yang menghadiri acara tabligh Akbar kali ini .
Tidak sedikit dari jamaah yang hadir ingin berfoto dan melihat boneka Susan lebih dekat saking banyaknya jamaah yang mendekat untuk berfoto Mereka pun harus berdesak-desakan , untuk menghindari kejadian yang lebih riuh panitia pun meminta para jamaah untuk tenang dan kembali ke tempat duduk .
Boneka Susan langsung menaiki panggung , Ria dan bonekanya memberikan sedikit cerita tentang mendidik anak yang mengandung pesan agar anak diberikan curahan kasih sayang .
“ mereka amanah yang harus dijaga “ pesan Ria,  dalam kesempatan tersebut Ria Enes dan boneka Susan hanya memberikan cerita singkat karena acara segera dilanjutkan dengan pengajian tafsir Al Qur'an ( Bunda Tri )








1500 siswa TK Aisyiyah ikuti Festival Menggambar

1500 siswa TK Aisyiyah ikuti Festival Menggambar


Surabaya - Dalam rangka tahun baru Hijriah PWA Jawa timur melaksanakan kegiatan Tabligh Akbar yang bertempat di masjid Akbar Surabaya.(1/10) acara juga dimeriahkan dengan festival anak dan orangtua , untuk anak dan orangtua  dilakukan kegiatanmenggambar bersama dan diiringi dengan sajian musik drumband dari siswa-siswa TK Aisyiyah se Jawa Timur
Peserta dari PDA se Jawa Timur terdiri dari utusan cabang, ranting dan tak ketinggalan guru, wali murid serta anak didik TK/PG Aisyiyah. Pada kesempatan ini sekitar 1500 anak didik PG/TK se Jawa Timur mengikuti festival menggambar yg merupakan salah satu rangkaian kegiatan tabligh akbar tersebut.

Antusiasme dan respon warga Aisyiyah Lamongan terhadap program progresif yg dilaksanakan oleh PWA Jawa timur, semoga akan semakin membawa rahmat untuk menuju Aisyiyah yang berkemajuan. ( Bunda Tri )