Jumat, 03 Januari 2020

Ta'ziyah, Tribute untuk Ustadz Yunahar

Ta'ziyah, Tribute untuk Ustadz Yunahar....



إنا لله و إنا إليه راجعون

Kita kehilangan lagi seorang yang alim dan sahabat baik, Ustadz Yunahar Ilyas. 

Beginilah curahan hati Prof. Habib Chirzin ,M.Ag yang dikirim ke redaksi   

Sejak masih muda Ustadz Yunahar Ilyas kita kenal sebagai seorang yang rajin dan tekun. Saya mengenalnya sejak th 1983, ketika saya menjadi Direktur PKMS (Pendidikan Kader Masjid Syuhada) Yogyakarta. Karena Ust Yunahar menjadi salah seorang dosen PKMS, untuk jurusan Bahasa Arab, berasama Ustadz Syamsul Anwar (Prof. Dr.) dan Ustadz Jamhuri Diharja, yang juga mengajar di Muallimin.

Pada masa selanjutnya, Ustadz Yunahar menggantikan saya menjadi Direktur PKMS, setelah Mas Chumaidi Syarief Romas (mantan Ketua PB HMI), dan Abdullah Basri (FE UGM).


Ada foto kenangan kawan-2 PKMS bersama Mas Yunahar ketika berrekreasi ke Tawangmangu. Kenangan yang indah bersama Imam Nurhidayat, Ana Suryana dkk.

Berkat kerajinan ketekunannya dalam mengajar bahasa Arab, sekitar th 1985, Ust Yunahar dikenalkan ke PDM Yogyakarta, oleh Mas Agus Sukaca, dr. Oleh Pak Muchlas Abror kemudian Ust Yunahar diminta memberikan kursus bahasa Arab dikantor PDM Yogyakarta.

Alhamdulillah akhirnya Ustadz Yunahar menjadi salah seorang Ketua PP Muhammadiyah. Ketua BPH UAD Yogyakarta. Dan juga Wakil Ketua MUI pusat.

Ada kenangan terakhir saya dengan Ustadz Yunahar, ketika bersama membuka Seminar Internasional di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), dalam rangkaian Sidang Tanwir 2019l8 di Bengkulu dan penanda tanganan MOU dengan UMB dan UM Jambi. 

Saya bersama sahabat saya Prof. Dr. Fauzan Noordin dari IIUM menghadiahkan buku-2 IIIT kepada Ustadz Yunahar, Prof. Syafiq Mughni dan Prof. Din Syamsuddin. Dan ketua PWM Jawa Timur Dr. Saad Ibrahim.

Semoga semua amal kebajikan dan khidmahnya diterima oleh Allah SWT.

Selamat jalan Ustadz Yunahar. Kita akan bertemu lagi di tempat yang lebih indah. In syaa Allah

 اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ
بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسĺ

Sabtu, 16 November 2019

PDA Demak Sukses Dengan Program Mampu

PDA Demak Sukses Dengan Program Mampu 


Surabaya - Diskusi potensi unggulan PCA Bulak  dengan PDA Demak yang sukses dengan 12 SD Aisyiyah dan garam rebusnya menjadi satu catatan fastabiqul Khoirot yang saling melengkapi dalam mendengungkan jihad ekonomi organisasi Aisyiyah di masjid Darussalam SMA Muhammadiyah 1 Demak, Ahad 17/11/19

Dra. Hamdanah ,Pimpinan Daerah Aisyiyah Demak mengatakan "MAMPU yang merupakan program pengentasan kemiskinan perempuan Indonesia yang dikelola ‘Aisyiyah telah mengantarkan PDA Kabupaten Demak berdaya dengan mengembangkan garam rebus yang sudah ber SNI" Ujarnya 

Kegiatan diskusi tentang amal usaha Aisyiyah , Muliana dari lembaga kebudayaan PDA Kota Surabaya menyampaikan PCA Bulak memiliki dua ranting Aisyiyah yaitu Kenjeran dan Sukolilo dengan amal usaha KB Aisyiyah 33 , TK Aisyiyah 19 , Angkringan Matahari dan bank sampah Qoryah Thoyyibah Aisyiyah" terangnya 

Dra. Suryaningsih, Kordinator MAMPU dalam kegiatan ini juga menelaskan tentang cara pembuatan garam rebus Sarila yang digunakan untuk makanan, kesehatan, dan kecantikan dengan Lika liku pengurusan SNI nya .

Turut hadir mendampingi dari PDA kabupaten Demak yaitu Ibu Bakir, Ibu Hamdanah, Ibu Dra. Susi Alifah dan Ibu Ervina yang memberikan banyak informasi kemajuan organisasi wanita tertua di Indonesia dalam berdakwah.

"Semoga apa yang didiskusikan pagi ini bisa menjadi inspirasi bagi Aisyiyah- Aisyiyah muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan Aisyiyah" ujar Dra. Rahmatul Ummah PCA Bulak (Bunda Tri)

PCA Bulak Ngaji Sehat Ala Rasulullah SAW

PCA Bulak Ngaji Sehat Ala Rasulullah SAW


Surabaya - Seratus dua puluh peserta rihlah pimpinan cabang Aisyiyah Bulak Kota Surabaya mendapatkan pencerahan dari ustadz dr. Fuad Al Hamidi di Darussalam SMA Muhammadiyah 1 Demak , 17/11/19

Halal dan thoyyib adalah dua kunci utama sehat ala Rasulullah SAW yang disampaikan dihadapan jamaah raihlah dari pimpinan cabang Aisyiyah Bulak usai melaksanakan sholat subuh.

Bagaimana cara makanan itu didapatkan, apakah bergizi dan baik dikonsumsi serta bagaimana keamanan nya harus kita pilah dan pilih "jangan tergiur barang murah namun berbahaya".

Tips yang ketiga yaitu makan dengan tenang untuk memberi kesempatan enzim untuk bekerja secara maksimal dalam mencerna makanan dengan baik, karena itu kunyahlah makanan pelan-pelan seperti Rosulullah SAW waktu mengunyah.

"Jika kita ingin sehat ikutilah tips sehat ala Rasulullah SAW" pungkas dr. Fuad Al Hamidi mengakhiri kultumnya (Bunda Tri)

Kamis, 24 Oktober 2019

Panti Asuhan mas Mansyur 2 Pabean Cantikan

Panti Asuhan mas Mansyur 2 Pabean Cantikan

Anak-anak Binaan Panti Asuhan Mas Mansyur II

Panti asuhan Mas Mansyur II adalah panti yang berada di bawah naungan pimpinan cabang Muhammadiyah pabean cantikan Kota Surabaya 

Gedung ini berdiri kokoh dengan bangunan empat lantai yang didirikan pada tanggal 8 April 2018 beralamat di Jalan sampurna nomor 1 Surabaya

Ada lima puluh anak menjadi binaan dengan rincian sebelas anak berada di asrama yang lainnya adalah warga setempat yang mendapat santunan dari panti asuhan Mansyur II

Sumber dana yang digunakan untuk biaya  operasional sehari-hari berasal dari donatur tetap anggota Muhammadiyah dan Aisyiyah cabang pabean cantian yang dikoordinir secara intens dan berkala berupa sumbangan insidentil, dana zakat infaq, shodaqoh, dan sumbangan spontanitas dari wali murid. 

Seperti panti asuhan lainnya disini banyak kompetensi , bakat dan minat anak dimunculkan melalui latihan intensif dan sesekali diikutkan kompetisi sehingga ada banyak prestasi yang sudah dicapai diantaranya lomba tapak suci dan wushu juara 1 tingkat kota Surabaya  

Lokasinya yang strategis dan refresentatif untuk kegiatan organisasi dimaksimalkan sebagai syiar dakwah terutama setiap hari Selasa untuk pengajian rutin ibu-ibu Aisyiyah, workshop, pelatihan-pelatihan , rapat periodik pengurus dan lain-lainnya. 

Usaha yang dikembangkan di panti asuhan mas Mansyur 2 adalah Produk herbal habbatussauda , zaitun , Wirausaha beras dan sembako mulai dari sabun cuci piring, deterjen, pembersih lantai koma dan pewangi pakaian tempat pembayaran online PDAM PLN dan lainnya. ( Suhartini , pengajar TK Aisyiyah 46)

Minggu, 13 Oktober 2019

MEK Aisyiyah Surabaya Mengapresiasi Prestasi Permen Kencur Simokerto

MEK Aisyiyah Surabaya Mengapresiasi Prestasi Permen Kencur Simokerto


Surabaya - Kesuksesan Nur Aini PCA Simokerto memperkenalkan permen kencur hangat ditenggorokan menjadi juara ke 3 tingkat nasional dalam bidang ketahanan pangan mewakili provinsi Jawa Timur menjadi testimoni inspiratif pada rapat periodik majelis ekonomi PDA Surabaya di SD Muhammadiyah 4 Pucang, Ahad 13/10/19

Pengarahan dari  Fatimah Korbid PDA Surabaya mengawali periodik bulan Oktober 2019 menitikberatkan pada keluarga aisyiyah yang menjawab masalah perempuan dengan pemberdayaan ini sebagai wujud nyata (kemandirian pangan) , Contohnya membuat roti bahan dari terigu masih import maka solusinya adalah membikin roti dengan bahan dari singkong.


Kesempatan yang sangat berharga inipun dimaksimalkan dengan mensosialisasikan produk - produk unggulan Aisyiyah Surabaya diantaranya Maida Bakery , Sabun Melin,sudah banyak kemasan ada serbuk, cair dan metil 

Erni ,  ketua divisi koperasi menghimbau anggota Aisyiyah untuk ikut berpartisipasi memajukan dan membantu merekrut anggota-anggota baru koperasi dan dengungkan jargon bela beli aisyiyah dengan  jual beli produk-produk aisyiyah sendiri

Berbagai program majelis ekonomi dibahas dan didiskusikan mulai dari kegiatan pengajian bergilir ke cabang-cabang , program bueka (bina usaha ekonomi keluarga aisyiyah) , koperasi , ketahanan pangan (ketapang) ,suwa (sekolah wira usaha aisyiyah)  ,  IPAS (ikatan pengusaha aisyiyah)  dan Kuka (klinik usaha keluarga aisyiyah) dipimpin langsung oleh One  ketua majelis ekonomi PDA Kota Surabaya.

"Tanam apa yang kita makan,  makan apa yang kita tanam , selanjutnya masing-masing cabang se Surabaya boleh mengambil benih biji sawi, kenikir sayur dan buncis untuk ditanam di polibek dengan direndam dulu semalam aturannya satu cabang satu biji" ujar One 

Pada kesempatan ini One juga menyampaikan apresiasi nya kepada Nuraini yang  mengirim permen kencur di acara nasional dengan peserta 200 seluruh Indonesia , " Alhamdulillah berhasil  menjadi juara ke 3 tingkat nasional dalam bidang ketapang dari Jatim ada 2 pemenang yang pertama dari pemanfaatan lahan pekarangan,  abon dari kluwe, rol age dr kelor dll" katanya . ( Bunda Tri)

Sabtu, 12 Oktober 2019

Ngobar Generasi Milenial

Ngobar Generasi Milenial


Surabaya - Empat puluh lima anak dan remaja mengikuti kegiatan "ngobar ( ngobrol bareng) generasi milenial bahaya gadget dan pergaulan bebas "dikebun bibit , Sabtu 12 Oktober 2019

Antusias peserta dalam mengikuti kegiatan terlihat dari keaktifannya bertanya sebagai wujud rasa ingin tahu nya akan bahaya gadget dan pergaulan bebas.

Ngobrol bareng yang dimaksud adalah diskusi dua arah bagi generasi milenial yang tantangan nya makin beragam di era industri 4.0 .

Luluk Humaidah , ketua majelis kesejahteraan sosial PDA Kota Surabaya yang memberikan materi bahaya gadget menyebutkan "tujuan diadakannya kegiatan ini agar anak-anak mampu mengenal manfaat dan bahaya gadget dengan baik dan benar serta bisa menjadi generasi yang hebat dan membanggakan bagi agama dan bangsa" ujarnya

Hal yang sama juga disampaikan oleh Nurma Setyaningrum anggota majelis kesejahteraan sosial dengan materi pergaulan bebas dilanjutkan materi Ke aisyiyahan yang diberikan oleh  Yayuk ,  Sekretaris majelis kader. (LK PDA SBY)

Sabtu, 24 Agustus 2019

Gadhul bashar (menahan pandangan) dalam Al Qur’an

Gadhul bashar (menahan pandangan) dalam Al Qur’an


Apakah menahan pandangan berarti tidak boleh melihat lawan jenis yang bukan mahramnya, menutup mata atau harus selalu menunduk ketika bertemu lawan jenis atau bagaimana? 

Gadhul bashar diperintahkan Allah kepada kamu Muslimin dan Mukminin baik laki-laki maupun perempuan. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ

“Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada orang-orang perempuan yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya…” (QS. An Nur: 30-31)

Gadhul bashar (menahan pandangan) bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali, bukan pula menundukkan kepala hanya ke tanah karena bukan itu yang dimaksud. Di samping, hal tersebut juga sulit dilaksanakan. Sebagaimana halnya menahan suara yang diperintahkan Allah dalam firman-Nya:

وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ
“Dan tahanlah suaramu” (QS. Luqman: 19)


Bukan berarti menutup mulut rapat-rapat tanpa berbicara sama sekali.

Yang dimaksud dengan Gadhul Bashar adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya secara liar. Apabila memandang lawan jenis tidak mengamat-amati kecantikannya, tidak berlama-lama memandangnya dan tidak memelototi apa yang dilihatnya. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada Abi bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu:

يَا عَلِىُّ لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ

“Wahai Ali, janganlah engkau mengikuti pandangan dengan pandangan yang lain. Karena sesungguhnya engkau hanya diperbolehkan pada pandangan pertama, sedangkan pandangan berikutnya tidak diperbolehkan” (HR. Abu Daud)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menilai pandangan liar dan memelototi lawan jenis sebagai zina mata. Beliau bersabda:

فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ
“Adapun kedua mata, zinanya adalah memandang” (HR. Muslim)

Beliau menyebutnya dengan “zina” karena memandang lawan jenis merupakan salah satu bentuk Taladzdzudz (bersenang-senang atau menikmati) dan memuaskan naluri seksual dengan cara yang tidak dibenarkan syara’. 

Wallahu a’lam bish shawab. (Erni PCA Gubeng)