Rabu, 21 Desember 2016
Kamis, 08 Desember 2016
LK PDA Surabaya Mentadabburi QS 16:125
Pertemuan LK PDA Kota Surabaya
Surabaya - Pertemuan lembaga kebudayaan pimpinan daerah Aisyiyah ( PDA ) Kota Surabaya kali ini banyak manfaat .
Tak penting berapa banyak cabang yang mengutus perwakilan nya .
Yang terpenting adalah kualitas pertemuan itu sendiri ,di sekretariat PDA Kota Surabaya Jl.Pengampon IV/5 Surabaya , kamis 8/12/16
Muliana selaku ketua LK PDA Surabaya sudah memberikan beberapa tips manfaat sedekah " bila kita berniaga dengan Allah SWT maka tak butuh waktu lama bagi Penguasa Alam semesta ini untuk membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda dan tanpa dinyana" terangnya
Etty Sunanti , pengusaha muslimah dengan kefasihan yang dimiliki dan ilmu yang beliau dalami serta aktifitas beliau bersama Corp muballighot binaan Majelis Tabligh Aisyiyah kota Surabaya , beliau menyampaikan pencerahan terkait QS : An Nahl : 125 dengan penjabaran yang luar biasa mampu membangkitkan ghiroh muslimah cerdas
" seorang muslimah harus confidence artinya muslimah yang cerdas dan percaya diri untuk mempersiapkan kehidupan sesudah kematian dengan selalu berbuat kebaikan dengan mengambil teladan dari Rosulullah SAW, shahabat shohabiyah , Tabi'in, Tabi'ut tabi'in dan ulama " Ujar ibu tiga anak ini.
" sebagai seorang muslimah yang cerdas kita diseru untuk mengajak semua manusia ke jalan tuhan rabb mu dengan hikmah ( bijaksana ) dengan proporsional artinya dengan menjadi diri sendiri dan sesuai ukuran , tidak memaksakan diri menjadi orang lain yang diidolakan" lanjut Etty
Usai pembinaan yang disampaikan Etty Sunanti , Tri selaku master ceremoni acara menyampaikan " tidak kalah penting agenda pertemuan kali ini adalah menyampaikan, amanah dari sekretaris LK PDA Surabaya Endang Mulyani Putro terkait program kerja LK yang dihasilkan dari raker di tretes beberapa waktu lalu sebanyak 8 item Yang akan kita kerjakan 2017 yang akan datang "
Ukhti Etty mentadabburi QS : An Nahl : 125
Diakhir sesi disampaikan hasil turba Surabaya Utara ahad yang lalu 4/12/16 yang membahas persiapan lomba visualisasi dongeng islami " tokoh Aisyiyah " yang Insya Allah diselenggarakan pertengahan maret 2017 bersamaan dengan milad Aisyiyah ke 102 di diskusikan dengan tuntas hari ini , tinggal penyampaian ke anggota tuk mempersiapkan diri mumpung masih jauh.
" kami berharap agenda lomba visualisasi dongeng islami Yang akan digelar maret 2017 yang akan datang bisa diikuti oleh 29 cabang se Surabaya , karena itu mohon kira kerjasamanya agar bisa menginformasikan ke LK cabang sesurabaya " lanjut Mulyana (Bunda Tri )
Surabaya - Pertemuan lembaga kebudayaan pimpinan daerah Aisyiyah ( PDA ) Kota Surabaya kali ini banyak manfaat .
Tak penting berapa banyak cabang yang mengutus perwakilan nya .
Yang terpenting adalah kualitas pertemuan itu sendiri ,di sekretariat PDA Kota Surabaya Jl.Pengampon IV/5 Surabaya , kamis 8/12/16
Muliana selaku ketua LK PDA Surabaya sudah memberikan beberapa tips manfaat sedekah " bila kita berniaga dengan Allah SWT maka tak butuh waktu lama bagi Penguasa Alam semesta ini untuk membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda dan tanpa dinyana" terangnya
Etty Sunanti , pengusaha muslimah dengan kefasihan yang dimiliki dan ilmu yang beliau dalami serta aktifitas beliau bersama Corp muballighot binaan Majelis Tabligh Aisyiyah kota Surabaya , beliau menyampaikan pencerahan terkait QS : An Nahl : 125 dengan penjabaran yang luar biasa mampu membangkitkan ghiroh muslimah cerdas
" seorang muslimah harus confidence artinya muslimah yang cerdas dan percaya diri untuk mempersiapkan kehidupan sesudah kematian dengan selalu berbuat kebaikan dengan mengambil teladan dari Rosulullah SAW, shahabat shohabiyah , Tabi'in, Tabi'ut tabi'in dan ulama " Ujar ibu tiga anak ini.
" sebagai seorang muslimah yang cerdas kita diseru untuk mengajak semua manusia ke jalan tuhan rabb mu dengan hikmah ( bijaksana ) dengan proporsional artinya dengan menjadi diri sendiri dan sesuai ukuran , tidak memaksakan diri menjadi orang lain yang diidolakan" lanjut Etty
Usai pembinaan yang disampaikan Etty Sunanti , Tri selaku master ceremoni acara menyampaikan " tidak kalah penting agenda pertemuan kali ini adalah menyampaikan, amanah dari sekretaris LK PDA Surabaya Endang Mulyani Putro terkait program kerja LK yang dihasilkan dari raker di tretes beberapa waktu lalu sebanyak 8 item Yang akan kita kerjakan 2017 yang akan datang "
Ukhti Etty mentadabburi QS : An Nahl : 125
Diakhir sesi disampaikan hasil turba Surabaya Utara ahad yang lalu 4/12/16 yang membahas persiapan lomba visualisasi dongeng islami " tokoh Aisyiyah " yang Insya Allah diselenggarakan pertengahan maret 2017 bersamaan dengan milad Aisyiyah ke 102 di diskusikan dengan tuntas hari ini , tinggal penyampaian ke anggota tuk mempersiapkan diri mumpung masih jauh.
" kami berharap agenda lomba visualisasi dongeng islami Yang akan digelar maret 2017 yang akan datang bisa diikuti oleh 29 cabang se Surabaya , karena itu mohon kira kerjasamanya agar bisa menginformasikan ke LK cabang sesurabaya " lanjut Mulyana (Bunda Tri )
Sabtu, 03 Desember 2016
Silaturrahim Muballighot 'Aisyiyah Se Kota Surabaya
Silaturrahim Muballighot 'Aisyiyah Se Kota Surabaya
Surabaya - Corps Muballighot PDA Surabaya, telah mengundang seluruh Muballighot Senior dan Yunior dari seluruh PCA sekota Surabaya, di Masjid Al Jihad, Kupang Krajan Kulon I no 8 C Surabaya. Mulai jam 08.15 s.d 13.00 .sabtu , 3 Rabiul Awal 1438 H/ 3 Desember 2016.
Antusiasme puluhan mubalighot Aisyiyah mengikuti acara, mulai awal hingga akhir.terbukti walaupun acara dimulai sejak pagi hingga sore hari tak satupun peserta yang beranjak pulang duluan .
Ketua Corps Muballighot PDA kota Surabaya Dra. Rohmatul Umah MPd.I menegaskan " pentingnya kegiatan corp mubalighot ini sebagai upaya kaderisasi mubalighot muda yang akan menjadi penyambung lidah organisasi Aisyiyah yang kita cintai , kalau bukan kita siapa lagi " ujarnya
Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya
" Kegiatan ini bertujuan, mempersiapkan Pelaksanaan Peta Dakwah Aisyiyah di Kota Surabaya mulai bulan Januari 2017 nanti." ujar Hj. Tsuwaibah Aslamiyah, BA selaku Ketua Majelis Tabligh PDA
Hj. Musfiroh yang memberikan materi Corps Muballighot Menuju Dakwah Aisyiyah Berkemajuan menegaskan tujuan diadakannya kegiatan " kami ingin berta'aruf, bertafahum, dan saling berta'awun di antara muballighot se kota Surabaya." ujar ibu yang aktif memberikan tausiyah ke cabang cabang se kota Surabaya ini .
Kegiatan makin lengkap dengan adanya materi kedua yang disampaikan oleh mubalighot berbakat yang memiliki segudang aktifitas , Etty Sunanti
SWOT Analysis , adalah materi kedua yang di sampaikan pada kegiatan corp mubalighot kali ini " Kemudian dengan SWOT Analysis, kita mampu mengukur kelebihan dan kekurangan secara personal, dan selanjutnya secara organisasi. Khususnya di area Cabang masing-masing" terang Etty
Di akhir acara corp mubalighot memberikan kesempatan kepada tiap Cabang untuk memberikan sedikit kesan pesan, dan khususnya harapan untuk Corps Muballighot Aisyiyah Surabaya ke depan.
Harapan tersebut adalah :
1. Ada peningkatan kualitas Bahasa Arab dan Tajwid
2. Pelatihan Public Speaking.
3. Adanya Kurikulum berdakwah
4. PRA minim dana, yang membutuhkan pembinaan Muballighot tanpa fee.
5. Adanya pertemuan intensif selain di Jl. Pengampon IV , juga ada pertemuan silaturrahim di seluruh Cabang di Surabaya, khususnya di masjid-masjid Muhammadiyah.
6. Muballighot kintilan, meregenerasi dan memberikan pembelajaran kepada muballighot senior. Dengan cara, yang senior saat ngisi pengajian mengajak yang yunior.
" Semoga Apa yang diharapkan peserta Corp mubalighot hari ini , bisa diwujudkan dan dikabulkan tentunya dengan support dan dukungan dari pimpinan daerah Aisyiyah kota Surabaya " ujar masyhuda ( Etty/Um/Tri)
Minggu, 27 November 2016
Musyawarah Ranting Aisyiyah se cabang Simokerto
Musyawarah Ranting Aisyiyah se cabang Simokerto
Pimpinan Ranting Aisyiyah se cabang Simokerto
Surabaya - Sebanyak lima ranting Aisyiyah se cabang
Simokerto melakukan musyawarah ranting ( Musran ) secara serentak dan bersama
bertempat di TK Aisyiyah 17 Simolawang 6 / 17 Surabaya ,Ahad 27/11/16.
Musyawarah Ranting Aisyiyah se cabang Simokerto kota
Surabaya ini dihadiri dari pimpinan ranting Aisyiyah kapasan,
pimpinan ranting Asiyiyah simolawang, pimpinan ranting
Asiyiyah tambak Rejo, pimpinan ranting Asiyiyah Simokerto 1,
pimpinan ranting Asiyiyah Simokerto 2.
ketua pca Hj. Lilik hidayati menyampaikan " Kami bangga
dengan pengurus ranting yang ada di hadir pada hari ini , teriring harapan
semoga musyawarah ranting bersama ini
bisa terciptanya kader – kader baru yang
militan dalam membangun Aisyiyah yang berkemajuan sebab kita ketahui bersama
bahwa ranting adalah ujung tombak persyarikatan” Ujarnya
“ Tujuan pelaksanaan kegiatan musran kali ini adalah untuk
mensinergikan gerakan antar ranting secabang Simokerto juga untuk merefresh kepemimpinan yang sudah ada guna Pererat persaudaraan di tubuh pimpinan cabang Aisyiyah
Simokerto “ Lanjutnya
Kehadiran 50 anggota peserta musran yang diutus dari lima
ranting berhasil membentuk ranting baru yaitu tambak Rejo dengan kegiatan awal
yaitu simpan pinjam tanpa bunga dan pengajian.
Acara menjadi lebih semarak dan ceria dikarenakan panitia
musran mengemas kegiatannya dengan sangat menyenangkan , salah satunya di
kegiatan pra acara panitia mengadakan senam lansia .
Yayuk sebagai ketua pelaksana kegiatan menyampaikan " musyawarah ranting bersama ini di harapkan bisa menjalin
silaturahim dan bisa mengenal pimpinan antar ranting. Dan yang tidak kalah
pentingnya ranting – ranting bisa
bertukar pikran membahas program kegiatan yang bisa dilaksanakan sesuai dengan
kodisi diranting masing – masing “ terangnya ( Tri / Yayuk )
Jumat, 25 November 2016
Koordinasi akhir Milad muhammadiyah 104
Hari ini, jum'at 25 november 2016, baru saja usai, mengikuti rapat finalisasi persiapan puncak prosesi milad Muhammadiyah ke 104 di Bangkalan, 27 november 2017 esok. Berbagai laporan dr seksi2, penanggung jawab keseluruhan acara dng segala pernak-pernik kegiatan pendukungnya dipresentasikan, tak terkecuali apa yg menjadi tupoksi dan bidang garapku.
Hasilnya?, menggembirakan!, tapi juga membuat kami di kepanitiaan menjadi 'ketar-ketir'. Bayangkan saja, pd estimasi awal kami, jumlah 'penggembira' milad nggak lebih dr 20 ribuan orang, ini kami sesuaikan dng kapasitas Stadion Gelora Bangkalan yg hanya sanggup menampung penggembira sejumlah itu. Tapi hari ini, dr data yg masuk kepanitia, PD Muhammadiyah Bangkalan sbg sochibul bait sekaligus panitia lokal disana, bakal 'kebanjiran' tamu seperjuangannya sejumlah 51 ribuan lebih yg datang dr berbagai kota dan kabupaten di Jatim dng menggunakan hampir 2 ratusan angkutan massal plus kendaraan2 pribadi lainnya.
Tentu saja, bagi kami, ini suport yg luar biasa dan spektakuler unt sebuah acara Tabligh Akbar, sebagai puncak prosesi milad. Karena ternyata, animo dan antusiasme warga ormas Islam berkemajuan di Jatim ini cukup tinggi buat ber-Muhammadiyah, dan sekaligus ghirah keber- Islamannya. Meski unt itu, kami harus membayarnya dng bekerja ekstra maksimal unt bisa mensukseskannya, lebih dr yg kami persiapkan di awal.
Rupanya, tak cuma acara Tabigh Akbar dng pembicara DR. Haidar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah yg jadi magnet mereka, unt hadir di kota yg menjadi pintu getbang kota2 lain di pulau garam itu. Tetapi, karena memang ada kerinduan unt ber-uforia dan berkumpul bersama teman senasib dlm menggerakkan roda organisasi yg didirikan oleh KH Achmad Dahlan ini. Dan, meski kecil, sejumlah acara pendukung pun dp menjadi pemicu, karena mereka bakal bisa menikmatinya selaligus buat stimulan dr rasa confidence mereka dlm berMuhammadiyah.
Ya, acara pendukung itu antara lain berupa: ajang pamer UKM warga Muhammadiyah dng bermacam produk kuliner, fashion, juga amal usaha di 60 stan yg tersedia. Ada juga gelaran pencak silat - bela diri asli Nusantara- yg bakal dipertontonkan secara kolosal oleh nggak kurang dr 1500san pesilat Tapak Suci. Lalu sebelumnya bakal ada pawai 40an mobil ambulance dr berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah se Jatim. Dan, Lazismu Jatim yg juga bakal menggelontorkan 2000an paket sembako buat fakir miskin di kota itu.
Jadi, ini bukan 'nawaitu' kami buat show of force di kawasan yg populer dng kerapan sapinya itu, spt yg - maaf- disalah-tafsirkan oleh sebagian orang. Tetapi, sejujurnya kami ingin membagi kebahagian kami dlm ber-Muhammadiyah kpd sesama sochib seperjuangan bahkan sesama umat Islam yg concern pd da'wah dan syiar Islam berkemajuan.
Akhirnya, mewakili teman2 panitia lainnya yok kita sukseskan bersama even prestisius ini dan kami mohon doa dan restunya. Dan kembali pd Mu ya Rab semua upaya kami pasrahkan setelah upaya maksimal kami. Barakallahu.(sum)
Hasilnya?, menggembirakan!, tapi juga membuat kami di kepanitiaan menjadi 'ketar-ketir'. Bayangkan saja, pd estimasi awal kami, jumlah 'penggembira' milad nggak lebih dr 20 ribuan orang, ini kami sesuaikan dng kapasitas Stadion Gelora Bangkalan yg hanya sanggup menampung penggembira sejumlah itu. Tapi hari ini, dr data yg masuk kepanitia, PD Muhammadiyah Bangkalan sbg sochibul bait sekaligus panitia lokal disana, bakal 'kebanjiran' tamu seperjuangannya sejumlah 51 ribuan lebih yg datang dr berbagai kota dan kabupaten di Jatim dng menggunakan hampir 2 ratusan angkutan massal plus kendaraan2 pribadi lainnya.
Tentu saja, bagi kami, ini suport yg luar biasa dan spektakuler unt sebuah acara Tabligh Akbar, sebagai puncak prosesi milad. Karena ternyata, animo dan antusiasme warga ormas Islam berkemajuan di Jatim ini cukup tinggi buat ber-Muhammadiyah, dan sekaligus ghirah keber- Islamannya. Meski unt itu, kami harus membayarnya dng bekerja ekstra maksimal unt bisa mensukseskannya, lebih dr yg kami persiapkan di awal.
Rupanya, tak cuma acara Tabigh Akbar dng pembicara DR. Haidar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah yg jadi magnet mereka, unt hadir di kota yg menjadi pintu getbang kota2 lain di pulau garam itu. Tetapi, karena memang ada kerinduan unt ber-uforia dan berkumpul bersama teman senasib dlm menggerakkan roda organisasi yg didirikan oleh KH Achmad Dahlan ini. Dan, meski kecil, sejumlah acara pendukung pun dp menjadi pemicu, karena mereka bakal bisa menikmatinya selaligus buat stimulan dr rasa confidence mereka dlm berMuhammadiyah.
Ya, acara pendukung itu antara lain berupa: ajang pamer UKM warga Muhammadiyah dng bermacam produk kuliner, fashion, juga amal usaha di 60 stan yg tersedia. Ada juga gelaran pencak silat - bela diri asli Nusantara- yg bakal dipertontonkan secara kolosal oleh nggak kurang dr 1500san pesilat Tapak Suci. Lalu sebelumnya bakal ada pawai 40an mobil ambulance dr berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah se Jatim. Dan, Lazismu Jatim yg juga bakal menggelontorkan 2000an paket sembako buat fakir miskin di kota itu.
Jadi, ini bukan 'nawaitu' kami buat show of force di kawasan yg populer dng kerapan sapinya itu, spt yg - maaf- disalah-tafsirkan oleh sebagian orang. Tetapi, sejujurnya kami ingin membagi kebahagian kami dlm ber-Muhammadiyah kpd sesama sochib seperjuangan bahkan sesama umat Islam yg concern pd da'wah dan syiar Islam berkemajuan.
Akhirnya, mewakili teman2 panitia lainnya yok kita sukseskan bersama even prestisius ini dan kami mohon doa dan restunya. Dan kembali pd Mu ya Rab semua upaya kami pasrahkan setelah upaya maksimal kami. Barakallahu.(sum)
Rabu, 23 November 2016
Destinasi Yang Akan Dilalui Kafilah Milad muhammadiyah 104
Jembatan Suroboyo ,Foto Abid
Surabaya - Hampir bisa dipastikan, Insya Allah puncak pelaksanaan rangkaian prosesi milad Muhammadiyah ke 104 bakal digelar PWM Jatim di Stadion Gelora Bangkalan pd 27 Nopember 2016 esok. Diprediksi tak kurang dr 30 ribuan - sesuaii data masuk di panitia - anggota ataupun simpatisan organisasi massa Islam berkemajuan ini bakal "tumplek' di kota yg merupakan pintu gerbang memasuki kota2 lain di Madura ini. Itu artinya, diluar target yg ditetapkan, mengingat kapasitas stadion yg cuma bisa menampung hanya 20 ribuan pengunjung.
Tentu, bisa dibayangkan betapa ruwetnya nanti geliat dan kehidupan masyarakat kota kecil ini - maaf jika dibandingkan dng kota2 lainnya diJatim spt Malang, Kediri, Jember yg relatif agak luas, mengingat pergerakan massa dng jumlah 'tumpangan' ratusan angkutan massal dan kendaraan pribadi, yg akan membanjiri jalan2 di kota ini. Pemandangan tentang macetnya lalu-lintas dalam kota mungkin nggak akan terelakkan terutama akses masuk dr Sby menuju Madura, baik yg menggunakan Ferry dr Pelabuhan Tanjung Perak Sby, apalagi yg pengin memanfaatkan Jembatan Suramadu
Ya, jembatan yg melintasi diatas selat Madura - sekaligus penghubung diantara 2 pulau - itu bakal dipenuhi antrian panjang seperti yang mungkin bisa kita temui di even2 mudik lebaran,
Nah, buat mengantisipasi gelombang massa yg datang tu, panitia lokal sangat berharap pd pr peserta milad, agar datang lebih awal dr jadwal di round- down acara, syukur2 jika subuh hari posisi mereka dah memasuki Bangkalan, ini buat menghindari tumpang tindihnya arus lalulintas yg berbarengan dengan mobilatas warga setempat.
Nah, yang juga perlu diantisipasi oleh panitia, adalah mereka yang punya agenda lain, selain tujuan 'wajib' nya unt hadir mengikuti prosesi milad di stadion, yaitu mengunjungi destinasi wisata di sana, mumpung ada kesempatan!. Tentu, fenomena buat kunjungan itu bakal menggembirakan baik Pemkab atau warga sekitar lokasi wisata, karena bakal ada lonjakan pendapatan dr kantong para pengunjung. Hanya saja yg perlu disiasati adalah infrastruktur jalan ke obyek wisata yg akan dikunjungi, moga2 dp meng-cover hasrat pr wisatawan lokal tersebut.
Namun, buat anda - para peserta milad dari daerah di luar Surabaya - yang nggak bisa menyalurkan hasrat traveling anda di kota Bangkalan, aku ingin merekomendasikan pd anda buat 'serbu' saja kota metropolis Sby, toh destinasi pantainya juga nggak kalah sensasional. Lihat saja, misalnya sekitar kaki Jembatan Suramadu. Pantai Ria Kenjeran yg sudah diremajakan plus dng jembatan Sby nya yg masih gres. Atau monumen Jalesveva - Jayamahe di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak semua menyuguhkan pesona pantai dan laut membetang.
Unt Anda, yg nggak begitu ' 'ngeh' dng suasana pantai, karena mungkin di kota anda semua dah terpenuhi, alternatif lain tentu saja ada. Misalnya destinasi wisata sejarah atau cagar budaya juga tersedia. Contoh, Monumen Tugu Pahlawan plus Museum 10 November yg terletak di dalamnya. Gedung2 Cagar Budaya' di sepanjang jl legendaris Tunjungan. Atau kawasan religi Masjid Ampel yg terletak di samping pesarean Sunan Ampel, seorang wali senior dr Walisongo. Juga Masjid Nasional Al Akbar, masjid terbesar di Jatim dan no2 di Indonesia setelah Istiqlal di Jakarta.
Pokoknya, terlalu banyak destinasi buat dijadikan referensi jika anda berminat, dan aku nggak bisa ceritakan semuanya, karena aku nggak bekerja di Dinas Pariwisata Surabaya ( Sum )
Senin, 21 November 2016
Jembatan Suramadu Yang Akan Dilalui Kafilah Milad muhammadiyah 104
Jembatan Suramadu
Surabaya - Beberapa kali melintasi jembatan Suramadu - jembatan yg menghubungkan kota metropolis Surabaya dan pulau Madura - memang sudah biasa kulakukan, unt tugas2 kegiatan ber Aisyiyahku ke kota2 di pulau garam itu, dan nggak begitu istimewa buatku unt menggali informasi lebih dalam soal cerita 2 fenomenalnya. Tapi, ketika PW Muhammadiyah Jatim memilih Bangkalan menjadi tempat gelaran dr puncak prosesi Milad Muhammadiyah ke 104, kontan naluri ingin tahuku menjadi me-ledak2. Lha, apa hubungannya antara Jembatan Suramadu dan Bangkalan?, memang nggak ada hubungannya langsung. Tapi selalu bisa ditemukan benang merahnya.
Ya, sbg warga kota Sby, beberapa pernak-pernik cerita tentang jembatan yg melintas di atas selat Madura ini memang mudah kudapat, lebih2 karena Jembatan ini, adalah ikon kota yg paling fenomenal dr sekian ikon lainnya yg ada di kota metropolis ini. Ya, Suramadu - sebuah akronim dr kata Sby-madura, adalah jembatan terpanjang di Indonesia, dan bahkan di Asia Tenggara, dng bentangan mencapai 5,43 km. Jembatan ini juga di-sebut2 jembatan termewah di Indonesia, sebab biaya pembangunannya menelan - nggak kurang dr - hampir 6 trilyun rupiah dan dikerjakan selama hampir 7th, tentu dng segala kendala teknis yg didapat.
Sekali lagi, dimana benang merahnya antara jembatan ini dng Bangkalan? Tentu saja ada, bahkan dng ke 3 kota/ kabupaten lainnya di pulau Madura spt Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena, sejatinya ide dan gagasan buat membangun jembatan ini sebenarnya unt mempercepat geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat Madura, begitu wacana yg sempatt kugali. Tapi, maaf, dlm banyak diskusi ditemukan bahwa, faktanya daerah ini 'tetap miskin'. Celakanya, setelah 6 th pasca operasional - terhitung sejak diresmikan di th 2010, keberadaan jembatan Suramadu belum bisa memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi yg signifikan bagi masyarakat di pulau yg terkenal dng dongeng Sakera' nya ini.
Nah, idealnya, sbg kota terdekat dng kota metropolis Sby - dan dp disebut kota penyangga - kota ini ' harusnya' bisa menjadi akses menetesnya pertumbuhan ekonomi Sby atau daerah lain di Jatim ke kota2 lainnya di pulau yg terkenal dng kerapan sapi nya ini, karena teritori nya sbg pintu gerbang Madura. Lalu disinilah fungsi strategis jembatan itu didirikan, yaitu agar bisa mendongkrak nilai ekonomi dan transportasi khususnya pulau Madura. Tetapi, moga2 aku salah, sampai hr inii, faktanya jembatan ini masih hanya menjadi akses transportasi saja.
Karena itu, jika aku nggak salah menafsirkan, piilihan PW Muhammadiyah Jatim buat menempatkan miladnya dikota Bangkalan adalah pilihan pintar. Siapa tahu, ide2 cerdas dr gerakan ormas Islam berkemajuan tsb bisa menular, dan ruh berkemajuan pun menjadi spirit masyarakat Madura. Semoga tak cuma harapan.
Lho kok jadi ngelantur, nggak usah berharap berlebihan biarkan itu jadi domain para petinggi negeri ini dan para penggede ormas keagamaan bersimbol matahari tsb,. Yg penting aku ingin sarankan, nggak ada salahnya jika melintasi jembatan ini mampir sejenak buat menikmati sekitar kaki2 jembatan yg nggak kalah sensasionalnya , apalagi dng perahu nelayan yg siap mengantar kita buat mengitarinya, so nikmati saja nggak usah mikir terlalu dalam.( Sum )
Langganan:
Postingan (Atom)










