Jumat, 14 Desember 2018

Jadikan Smartphone Sebagai Jariyah Digital

Jadikan Smartphone Sebagai Jariyah Digital 


Surabaya - Semilir angin dari pantai Kenjeran Surabaya tak menyurutkan antusias ibu-ibu Aisyiyah untuk mengikuti Workshop Penulisan Online Berbasis Android yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebudayaan Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya, Jum'at (14/12/2018). di Angkringan Matahari. 

Aisyiyah merupakan organisasi wanita tertua di Indonesia yang berkemajuan, oleh karena itu ibu-ibu Aisyiyah harus bisa memaksimalkan penggunaan Android untuk dakwah, tutur Bunda Tri membangkitkan semangat peserta workshop. 

"Jangan sampai kita menggunakan Android untuk dosa Jariyah, yaitu menyebarkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya," pesan beliau

Aguswina Rejeki (Wiwin), serius menanggapi penjelasan Endang (nara sumber) tentang cara membuat buku


Workshop disampaikan dengan sangat menarik, tidak hanya informasi secara lisan tetapi juga dilakukan praktek langsung. Peserta diberi waktu  selama 5 menit untuk berlatih menulis berita melalui WhatsApp. Bagi peserta yang mengalami kesulitan, langsung dilakukan pendampingan. 

Setiap tulisan yang dikirim mendapat apresiasi yang bagus dari Bunda Tri. Ada yang salah tulis karena tergesa-gesa, jempolnya kebesaran, tulisan terlalu kecil sehingga tidak terlihat. Berbagai alasan disampaikan, tapi semua itu dapat dimaklumi, namanya juga belajar dan belum terbiasa.

Untuk mengatasi semua itu, Bunda Tri mempunyai cara jitu yaitu dengan menggunakan voice. Peserta diminta untuk mengirimkan tulisan dengan cara voice. Suasana pun mulai gaduh. 

Ada yang langsung praktik, ada yang masih bingung mencari tombol voice. Ada yang keliru kirim pesan suara. Tapi terlihat semua peserta sangat puas dengan apa yang disampaikan oleh Bunda Tri

Narasumber berikutnya, Endang Mulyani Putro sekretaris Lembaga Kebudayaan PDA Kota Surabaya menyampaikan materi tentang menulis dengan menggunakan aplikasi ColorNote dan buku harianku. 

Menurut beliau ColorNote bisa digunakan untuk membuat buku sedangkan buku harianku dapat membantu di bidang pendidikan untuk menulis laporan sikap siswa yang diperlukan sebagai bukti pembelajaran otentik yang menjadi tuntutan kurikulum 2013. 

Aguswina Rejeki dari PCA Semampir Surabaya, mengungkapkan bahwa beliau punya hobby menulis dan ingin membuat buku. Beliau sudah menulis tangan sebanyak ±50 lembar tentang sejarah Nabawi.

"Bagaimana caranya untuk membuat buku?" tanya Wiwin, panggilan akrab beliau dengan antusias.

Endang memberikan solusi dari permasalahan Wiwin. Tak lupa, Endang juga memberikan applause atas keinginan Wiwin untuk membuat buku. (Siti Jumaliah, PCA Mulyorejo)

Usia Boleh Kolonial , Wawasan Harus millenial.

Usia Boleh Kolonial , Wawasan Harus millenial


Surabaya - Angin semilir sepoi sepoi di tepi Pantai Kenjeran, tepatnya di Angkringan Bulak Ceria. Hari Jum'at siang yang penuh barakah pada Workshop " Penulisan Berita Online Berbasis Android " yang diadakan Lembaga Kebudayaan dan Majelis Pemberdayaan Kader Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Surabaya.14/12/18

"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena bisa membuka wawasan bagaimana cara memaksimalkan dan mengoptimalkan gadget  yang ada di gengggaman kita. Alhamdulillah banyak ilmu yang bisa didapat sehingga dunia benar benar dalam genggaman." Tutur Erni utusan cabang Gubeng 


Smartphone saat ini telah banyak fungsinya , salah satunya adalah menyimpan foto , catatan bahkan kenangan 

" Apapun aktifitas dan kegiatannya kita bisa simpan dan bisa berbagi kepada yang lain hanya dengan smartphone digenggaman ". Lanjut Erni 

Endang Mulyani Putro , Sekretaris LK PDA Surabaya memberikan materi Bagaimana membuat buku dengan menyimpan , merevisi dan mengedit berita berita, aktifitas dan kegiatan kita. Ditulis dalam bentuk buku sehingga bisa menghasilkan sebuah karya dan tentunya menghasilkan finansial. Luar biasa sangat bermanfaat.

peserta sangat antusias dan semangat mengikuti jalannya acara dari awal sampai akhir ini adalah perwakilan dari beberapa Pimpinan Cabang 'Aisyiyah dan Sekolah sekota Surabaya. Variasi usia dari yang masih usia sekolah sampai emak emak. Usia boleh kolonial tapi wawasan millenial.

Materi yang disampaikan oleh Bunda Tri  Eko Sulistiowati dari LK PDA kota Surabaya antara lain memaksimalkan aplikasi WhatsApp sebagai dapur redaksi penulisan berita yang dikemas dengan cara yang lebih menyenangkan dan penuh tantangan 

Bagaimana peserta ditantang membuat sebuah karya tulis on the sport yang diawali dengan belajar japri lalu belajar cara membuat grup di Whatsapp kemudian berkembang nelajar membuat laporan dengan unsur  5W1H memakai voice note merubah suara menjadi tulisan dan diakhiri dengan belajar menulis berita sesuai inti pembicaraan yang dilengkapi dengan sumber berita yang jelas.

"Apalagi yang memberikan materi cantik dan cara penyampaiannya enak serta mudah dipahami." Pungkas Erni 



Jumat, 30 November 2018

Mengapa Menulis Dengan Android ?

Mengapa Menulis Dengan Android ?




Surabaya - Saat ini dunia hanya segenggam smartphone yang ada ditangan kita , bila kita ingin menguasai dunia maka kuasai smartphone kita , itu lah kalimat sambutan yang disampaikan Bu Muliana ketua lembaga kebudayaan pimpinan daerah Aisyiyah kota Surabaya saat membuka Workshop penulisan berita online berbasis android di angkringan matahari , 30/11/18

Mom Yayuk dari majelis pembinaan kader pimpinan daerah Aisyiyah kota Surabaya memberikan pengantar cara mudah menulis menggunakan android dengan aplikasi buku harian yang ada di play store diikuti oleh peserta dengan mendownload aplikasi dan mempraktekkan cara penggunaan nya .

"Workshop gelombang pertama yang diikuti dua puluh orang dari utusan cabang - cabang se Surabaya ini akan di lakukan  hingga tiga gelombang selama tiga Minggu untuk memaksimalkan target yang diinginkan" terang Mom Yayuk 

Bunda Tri sebagai pemateri utama menjelaskan " sesungguhnya menulis itu mudah hanya dibutuhkan niat dan kemauan untuk terus berlatih mengasah diri dengan rajin membaca dan menulis" ujarnya 

Adanya fasilitas memadai yang disiapkan smartphone bisa digunakan untuk voice note bila kita kesulitan mengetik di keyboard smartphone sudah bisa menyimpan tulisan - tulisan tanpa menggunakan buku atau alat tulis seperti biasanya seorang penulis


" Dengan voice note menulis bisa disambi , lebih menyenangkan karena penulis pemula hanya tinggal mengeluarkan segala sesuatu yang ada di kepalanya dengan suara yang kemudian dirubah menjadi ketikan oleh smartphone nya" terang Bunda Tri 

Workshop penulisan berita online berbasis android diakhiri dengan pemberian tugas kepada para peserta untuk mengisi link fanpage Lembaga Kebudayaan PDA Surabaya. 

"Mendung memang mewarnai dari awal hingga berakhirnya pelatihan ini.Tapi InsyaAllah , matahari ada pada wajah para peserta workshop. Sebuah ilmu baru telah diterima" kata Widayati salah satu peserta workshop .

Minggu, 07 Oktober 2018

Majelis Tabligh PCA Rungkut Tempa Diri Dengan Pengajian

Majelis Tabligh PCA Rungkut Tempa Diri Dengan Pengajian 


Surabaya - Pengajian rutin majelis tabligh pca rungkut dilaksanakan setiap ahad ke 1. Pengajian yang bertempat di masjid Ar Rahman di komplek perguruan muhammadiyah wonorejo ini  dihadiri sebanyak 18 jamaah yang terdiri dari pimpinan harian PCA Rungkut, bunda2 PAUD AISYIYAH dan bbrp walimurid TK aba 69 dan walimurid MIM 27. Kali ini  tema pengajian adl  Fiqh Wanita dengan nara sunber ustzh Rohmatul Ummah. Ahad 6/10/18

Pengajian dimulai pk 09.30 yg dibuka oleh kepala TK Aba 69, ibu Lany Erawati dan dilanjutkan dg pembacaan ayat suci Alquran qs. Al Mu’minun 1-11 oleh Ibu Hanum. Berikutnya adlh sambutan dr ketua PCA Rungkut , ibu Susanti. Dalam sambutannya ibu Susanti mengajak seluruh jamaah utk semangat menuntut ilmu krn menuntut ilmu itu adl wajib bagi stp muslim

Ustzh Rohnatul Ummah dalam mukadimahnya menyampaikan bahwa hadits nabi mengatakan bhw “barang siapa keluar dari rumah utk menuntut ilmu maka malaikat akan menyertai “ dan para jamaah adl org yg istimewa yg dipilih oleh Alloh dan senantiasa utk semangat menuntut ilmu Fiqh wanita yang dibahas dl pengajian kali ini Reprodukai wanita dan tabarruj.  

Bahwa Alloh menciptakan laki2 dan perempuan, ruh ditiupkan ketika janin berusia 120 hr dan telah ditentukan jenis kelaminnya yang tdk akan berubah. Untnk itu laki laki2 dan perempuan memiliki tugas yang berbeda. Pada diri perempuan terhadap tugas reproduksi yaitu haid, memgandung, mwlahirkan, menyusui , nifas shg memiliki hukum yang berbeda.

Dari Aisyah RA” bahwa kami diperintahkan utk mengqadlo puasa tetapi tdk diperintahkan utk mengqodho sholat”. Kehususan hukum perempuan aeringkali memunculkan pertanyaan memgapa nabi dan rasul semuanya laki2, mengapa wanita tdk diperbolehkan mjd imam bg makmum laki2, karena ini tentunya berkaitan dg tugas kodrat perempuan.

Ketika hidup di dunia, ibadah hrs mengikuti yg disyaratkan oleh alloh , ada 2 ayariat diterima ibadah oleh Alloh:   Ikhlasnya : ibadahnya hanya untuk Alloh,   Muwafaqatus sunnah: kesesuaian ibadah itu dengan yang dicontohkan rasulullah , Bentuk pelaksanaan ibadah adalah  Ibadah mahdhah: btk , pola, cara, semua aturannya sdh ditetapkan, tdk bisa dirubah dan Ibadah ghairu mahdhah: ( umum) : semua aktifitas yang dikerjakan manusia dengan niat karena Alloh

Ibadah yang sia-sia dan tercatat di dalam kitab suci alquran adalah :
·         Beramal kufur  ( al maidah:5)
·         Syirik (al an'am : 83)
·         Murtad ( 2:217)
·         Infaq (al hadid : 12-14)
·         Riya
·         Mengingat-ingat kebaikan serta menyakitkan hati ( 2:264)
·         Mndustakan takdir
·         Meninggalkan sholat asar
·         Bersumpah ats nama Alloh bhw Alloh tdk akan mengampuni fulan
·         Menentang rasulullah dg ucapan dan amalan ( al hujurat : 2)
·         Berbuat bid'ah dl agama
·         Durhaka kpd org tua ( al isra:23)

kajian fiqh wanita ini masih belum tuntas karena masih banyak lagi yang perlu diulas, dan kajian pagi ini sebagai pembukaan utk kajian fiqh wanita yang akan datang


Minggu, 23 September 2018

Membentuk Qoryah Thoyyibah Dalam Bingkai Pengkaderan

Membentuk Qoryah Thoyyibah Dalam Bingkai Pengkaderan


Surabaya - Tak bisa dipungkiri bahwa permasalahan yang timbul di organisasi apapun dan manapun adalah kaderisasi sebagai penerus estafet perjuangan bangsa menjadi pembahasan inti pertemuan periodik majelis kader di SD Muhammadiyah 9 Sukolilo Surabaya , Minggu 23/9/18
Pun demikian dengan organisasi wanita tertua di Indonesia yang sudah memasuki usia lebih dari satu abad yang terkenal sebagai organisasi gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar dengan jihad ekonomi nya yaitu Aisyiyah
Upaya majelis kader pimpinan daerah Aisyiyah kota Surabaya dalam menghidupkan sumbu kaderisasi dengan merekrut generasi muda organisasi otonomi putri Aisyiyah yaitu Nasyiatul Aisyiyah
Membentuk qoryah thoyyibah dalam bingkai pengkaderan di dua puluh sembilan cabang di kota Surabaya tidaklah semudah membalik telapak tangan , butuh perjuangan , doa dan harapan sebagai langkah nyata dalam berikhtiar tentunya dengan tetap mengistiqomahkan yang sudah dan bukan malah menghilangkan dakwah nyata yang sudah dilakukan bersama .
Regenerasi kaderisasi yang dimulai dari anggota keluarga Muhammadiyah Aisyiyah hingga saat ini masih dirasa kurang efektif karena kurang adanya dukungan dari orang tua menjadi salah satu kendala kaderisasi yang harus diputus mata rantainya
Dengan upaya memberikan motivasi pencerahan pada anggota Muhammadiyah dan Aisyiyah melalui forum-forum kajian , diskusi maupun pertemuan majelis dll sehingga diharapkan Satu anggota Aisyiyah minimal bisa mengajak putrinya atau saudara dan menantunya untuk bergabung di Aisyiyah
Pesan KH. Ahmad Dahlan untuk menghidup - hidupkan Muhammadiyah / Aisyiyah dan tidak mencari kehidupan di Muhammadiyah / Aisyiyah tak akan lekang oleh zaman untuk terus digelorakan agar kader Muhammadiyah / Aisyiyah selalu mengingatnya dimanapun berada
Cita-cita mulia yang terlahir dari pilot projek pimpinan pusat Aisyiyah dan secara linier berlanjut ke wilayah dan cabang hingga ke tingkatan ranting sebagai organisasi akar di skala paling kecil akan terus digaungkan dan diupayakan kesuksesan nya kita kebermanfaatannya bisa dirasakan seluruh warga Indonesia wabil khusus anggota Aisyiyah
Semoga Allah meringankan langkah kaki kita dalam meraih ridhoNya hingga terwujudnya dakwah Qoryah Thoyyibah disetiap cabang di Surabaya , Aamiin

Kamis, 13 September 2018

LONTONG DAN TEMPE

LONTONG DAN TEMPE

Hari Kamis, 3 Muharam 1440 H / 13 September 2018. Pengurus Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya ( LK PDA Surabaya ), telah mengadakan acara berkunjung ke Kampung Lontong dan Tempe di kawasan Banyu Urip Surabaya.
Kegiatan rutin LK PDA Surabaya setiap dua bulanan ini, sengaja mengangkat sisi budaya yang khas di tiap Pimpinan Cabang Aisyiyah se kota Surabaya.
Saatnya, mengangkat kearifan lokal sebuah kampung Lontong dan Tempe di sekitar Masjid Muhammadiyah, Masjid Nurul Iman, Jl. Banyu Urip Lor VI no 2 Surabaya. Kegiatan di buka, di dalam Masjid Nurul Iman tepat pukul 10.30 oleh pembawa acara ibu Ferdina Purbayani dari PCA Gubeng. Di lanjutkan menyanyikan Mars Aisyiyah yang di pimpin oleh ibu Indah. Acara selanjutnya pembacaan ayat suci Al Quran, surat Al Hujurat ayat 10 s.d 11 beserta sari tilawah oleh ibu Sulfia Hanum dari PRA Kupang Krajan.
Kemudian, acara Sambutan pertama oleh PCA Sawahan selaku shohibul bait, oleh Ibu Hj. Nunuk Sumarni. Sambutan kedua oleh ketua LK PDA oleh ibu Muliana. Sambutan ketiga, oleh Koordinator LK PDA oleh ibu Hj. Mardiyah.
Setelah sambutan, dilanjutan acara inti, yaitu pengarahan Wawasan Kebudayaan beserta panduan ke kampung Lontong dan Tempe oleh ibu Etty Sunanti, pengurus LK PDA Surabaya.
Lontong adalah media kelengkapan kuliner, yang sudah terkenal di Manca Negara.
Di padu padankan, seperti Lontong Sate, Lontong Gado-Gado, Lontong Gulai, Lontong Balap, Lontong Sayur, Lontong Kupang, dll.
Waktu menunjukkan pukul 11.30 masuk waktu Sholat Dhuhur. Para hadirin seluruhnya melakukan sholat berjama'ah di masjid. Setelah selesai sholat berjama'ah, audiens meneruskan acara kembali, oleh ibu Etty Sunanti.
Pengarahan tentang wawasan kebudayaan. Mulai definisi serta 7 unsur kebudayaan oleh para pakar :
1. Bahasa 2. Sistem Pengetahuan 3. Sistem Kemasyarakatan / Organisasi Sosial.
7. Kesenian
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi. 5. Sistem Mata Pencaharian Hidup 6. Sistem Religi
Betapa masyarakat wilayah RW 06 Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya ini. Hampir kebanyakan penduduknya bermata pencaharian dengan memproduksi Lontong dan Tempe. Rata-rata usaha tersebut sudah warisan dari para orang tua terdahulu.
Setelah paparan tentang sekilas Kebudayaan atau Culture, ibu Etty Sunanti di dampingi ibu Sari mewakili Takmir Masjid Muhammadiyah Nurul Iman, mengajak para hadirin ke tempat ibu Sutri pengusaha Tempe, dilanjutkan ke tempat Bapak / Ibu Mustaqim pengusaha Lontong. Dari sekian banyak pengusaha Lontong Tempe, kami sengaja memilih pengusaha yang notabene sebagai jama'ah masjid Nurul Iman.
Sedangkan Tempe sebuah jenis lauk yang terbuat dari kacang kedelai dengan jamur ( ragi ). Menjadi makanan yang berprotein tinggi. Bahkan sudah diminati para pelancong.
Kebudayaan Kampung Tempe dan Lontong, yang perlu kita banggakan. Hingga mendapatkan apresiasi. Karena ke istimewa-an yang unik ini, yang mampu menjadi daya tarik wisata dan mengedukasi masyarakat. Maka kira-nya LK PDA sangat mendukung kunjungan ke tempat luar biasa ini.
Ibu-ibu hadirin yang terdiri dari pengurus LK PDA dan Cabang sekota Surabaya, beserta pengurus PCA Sawahan dan PRA Kupang Krajan, berkunjng ke rumah bu Sutri. Saat kami kunjungi, beliau sedang membungkus rebusan kedelai yang sudah dingin, yang sudah di campur ragi. Siap akan menjadi tempe tempe berbungkus bungkus. Setiap produksi beliau memasak 40 kg kedelai, untuk proses hingga menjadi tempe, memerlukan waktu 2 hingga 3 hari kemudian.
Agar ragi bekerja menjadi jamur secara sempurna. Setelah menjadi tempe, tang memutuh dan menghangat karena jamur tersebut. Maka siap untuk di jual ke pasar. Dan di ambil para pedagang. Tempe ada berbagai jenis, ada yang tumpuk, ada yang biasa. Beliau agak bersedih karena harga kedelai selalu naik, sementara tuntutan pasar harga masih tetap. 1 bungkus tempe dari bu Sutri seharga IDR 1000, tentu sangat murah.
Setelah ibu-ibu berkunjng ke bu Sutri, sembari membeli tempenya. Kemudian dilanjutkan ke rumah bapak ibu Mustaqim pengusaha Lontong.
Beliau tiap hari memproduksi 500 biji lontong, yang siap di ambil oleh para pengusaha kuliner dan catering.
Cara membuat lontong, pertama harus menggunakan beras yang pilihan, agar hasil lontong lebih enak dan optimal. Kemuadian ketrampilan beliau membuat bungkus lontong dari daun pisang begitu rapi, dengan di cetak terlebih dahulu dengan sepotong pipa, yang sudah menjadi standar ukuran produksi. Kemudian di isi beras, sebanyak 1/4 dari ukuran lontong.
Cara membuat lontong, daun pisang, di tata yang hijau tua diletakkan di dalam, agar supaya hasil lontong bisa berwarna hijau dan beraroma sedap. Perebusan lontong dilakukan selam 10 jam, waktu yang sangat lama. Dengan bahan bakar gas dari PGN. Bukan gas yang biasa kita pakai. 500 biji lontong tersebut sekali merebus dalam 2 dandang yang besar. Jadi setiap dandang/panci berisi 250 lontong. Harga perlontong di jual seharga IDR 1500.
Setelah melakukan kunjungan ke kampung lontong, serta jalan jalan menyusuri kampung secara out door. Kemudian kembali lagi indoor ke masjid, karena ada tambahan acara. Yaitu membuat kripik tempe oleh ibu Nur Hayati dari PCA Sukolilo.
Notulen : Etty Sunanti
Demikian, kegiatan LK PDA Surabaya di PCA Sawahan. Semoga manfaat dan berkah untuk kita semuanya.
••••••

Minggu, 09 September 2018

Qoryah Thoyyibah

Qoryah Thoyyibah


Surabaya - Sampai hari ini warga Aisyiyah kota Surabaya secara umum masih terfokus pada satu titik bila ditanya tentang Qoryah Thoyyibah dan jawabannya hanya pada bulak dan angkringan saja padahal sejatinya bukan hanya itu , hal ini disampaikan oleh Titik Aspiyah anggota PP Aisyiyah di panti asuhan Aisyiyah kebonKebo , Ahad 9/9/18

Sejatinya Qoryah Thoyyibah adalah salah satu dari  3 program andalan Aisyiyah yang sudah lama yaitu Keluarga sakinah , QT dan dakwah jamaah yang memerlukan sinergi dan kerja sama dalam pelaksanaan program permajelis agar fokus kerjanya namun dalam pelaksanaan tetap sinergi lintas majelis

Qoryah Thoyyibah dilaksanakan dari bawah ke atas dengan target Kehidupan agama bagus , spiritual berkembang dan diimplementasikan dengan masyarakat serta dapat diaplikasikan ke masyarakat dengan Bidang garap Spiritualitas, ekonomi dan pendidikan

AMPUH ( Awet mudah panjang usia hebat ) menjadi ciri khas Aisyiyah  dan yang  membuat senang di Aisyiyah Karena Aisyiyah tidak butuh saya tetapi saya yang butuh Aisyiyah sebagai lahan ibadah telah terpatri di dada setiap warga Aisyiyah

Kehadiran Narsum Hj. Dra Shoimah Kastolani , Ketua PP Aisyiyah dan sekaligus pakar QT ini banyak memberikan pencerahan bagi warga Aisyiyah surabaya didampingi Titik ,Anggota PP Majelis Kesos sekaligus Manajer operasional Maida mengupas tuntas salah satu program unggulan Aisyiyah

Salah satu amal usaha Aisyiyah di bidang pendidikan adanya 24. 000 TK Aisyiyah di seluruh Indonesia yang membantu mencerdaskan warga Indonesia  , dalam bidang ekonomi, Aisyiyah membantu  Pemberdayaan ekonomi perempuan.

Amal usaha dan bidang garap MKS tidak hanya di panti saja, tetapi bisa Lansia Day care lansia dikumpulkan seminggu sekali diberi kajian dan diberdayakan juga memberikan perhatian pada anak berkebutuhan khusus.

Panti asuhan Aisyiyah bisa juga menerima anak berkebutuhan khusus dengan terus melakukan Pembinaaan melalui Individu ,Keluarga dan Masyarakat , Aisyiyah membina bukan hanya untuk orang Islam tetapi semua Masyarakat yang majemuk dan heterogen

Dalam hal politik , warga Aisyiyah tidak boleh golput untuk memilih pemimpin  terbaik yang akan mengawal dan  mengantarkan negeri ini menuju negeri yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur

Maka seyogyanya warga Asyiyah sadar teknologi agar bisa mendampingi anak anak mereka dalam berinternet sehat diawali dari keluarga sendiri dan diperluas hingga lingkungan sekitar  pun demikian dengan Bela beli produk Asiyiyah meskipun mahal asal dari Aisyiyah wajib kita beli asalkan Aisyiyah bisa berdiri dan mandiri.

Mengistiqomahkan sebuah program sangatlah mudah namun pada prakteknya tidak semudah pada teorinya karena itu perlu didesain strategi untuk diterapkan di cabang baru yang akan dijadikan pilot projek dengan meneliti dahulu 

kebutuhannya apa serta Melibatkan semua komponen majelis dan lembaga dalam mengerjakan program QT , hal ini lebih pada penguatan intern

Sedangkan untuk penguatan Eksternal warga Aisyiyah dengan program Qoryah Thoyyibah nya harus Mengenal semua aparat masyarakat dan membangun Jejaring dengan instansi pemerintah setempat.

Maka pekerjaan rumah dari program Qoryah Thoyyibah adalah Merubah lelah menjadi Lillah sehingga bisa bermanfaat. Aamiin